Rabu, 22 April 2015

Dampak Kolonialisme dan Imperialisme




Telah banyak kerugian yang dialami oleh negeri kita ini semenjak didatangi oleh  para penjajah dari bangsa kolonialisme dan imperialisme, tak hanya kerugian materil seperti tanah, lahan, dan sebegainya, namun juga kerugian non materil seperti hak untuk mengenyam pendidikan, keterbelakangan mental, bahkan nyawa sekalipun. Namun, mereka yang datang ke Indonesia ternyata tak hanya membawa dampak-dampak negatif untuk negara kita, tapi juga dampak-dampak positif yang terkadang tidak sering kita lupakan. Berikut beberapa dampak-dampak positif dan negatif dari hadirnya bangsa-bangsa kolonialisme dan imperialisme di negara ini :
*           Negara kolonialisme
*      Dampak negatif
§   Penderitaan fisik dan mental
§   Kemiskinan
§   Eksploitasi kekayaan Indoneisia
§   Tidak mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan
§   Kehilangan nyawa
§   Beban pajak yang berat
§   Kelaparan dan kematian dimana-mana
§   Dll.
Kerugian-kerugian tersebut banyak dialami pada saat kerja rodi dan tanam paksa
*      Dampak positif
§   Lahirnya orang-orang intelek
§   Mulai mengenal teknik menanam dengan jenis tanaman baru
§   Mengenal tanaman yang berorientasi ekspor
§   Bangunan-bangunan ojek pariwisata
§   Sarana transpotasi seperti rel kerata api dan jalan raya Anyer-Panarukan
§   Dll.

*           Negara Imperialisme
*      Dampak negatif
§   Hilangnya sebagian budaya Indonesia
§   Penanaman kekuasaan di Indonesia
§   Adanya budaya-budaya baru yang dapat menggantikan budaya asli Indonesia
§   Dll.
*      Dampak positif
§   Adanya kesempatan untuk dapat mengenyam pendidikan
§   Perbaikan dalam bidang sosial seperti dihapusnya sistem perbudakan
§   Perbaikan dalam bidang keuangan seperti mengenal sistem sewa tanah
§   Lahirnya orang-orang intelek
§   Dll.


Itulah beberapa dampak-dampak baik negatif maupu positif dari hadirnya bangsa kolonialisme dan imperialisme di negara kita. Sekian lama dijajah oleh negara lain membuat para pejuang gerah dan ingin membebaskan diri dari kekangan parapenjajah. Perlawananpun dilakukan, tak gentar melawan kaum penjajah demi sebuah kedaulatan dan kemerdekaan bersama, tak gentar meski dihadapkan dengan senjata-senjata yang dapat melayangkan nyawa, kapanpun dan dimanapun, tak takut walau kebahagiaan ia dan keluarganya harus direnggut, bahkan nyawapun menjadi taruhannya. Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk negara kita tercinta ini ? Mari menjadi insan berguna yang dapat membawa pengaruh positif bagi sekeliling kita J sekian dan terimakasih...

Kongsi dagang Belanda dan Inggris





Kongsi dagang Belanda VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie)
       
Atas prakarsa dari dua tokoh Belanda, yaitu : Pangeran Maurits dan Johan van Olden Barnevelt, pada tahun 1602 kongsi-kongsi dagang Belanda dipersatukan menjadi sebuah kongsi dagang besar yang diberi nama VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) atau Persekutuan Maskapai Perdagangan Hindia Timur. Pengurus pusat VOC terdiri dari 17 orang. Pada tahun 1602 VOC membuka kantor pertamanya di Banten yang dikepalai oleh Francois Wittert. Adapun tujuan dibentuknya VOC adalah :
a.    Untuk menghindari persaingan tidak sehat antara sesama pedagang Belanda sehingga keuntungan maksimal dapat diperoleh.
b.   Untuk memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan bangsa-bangsa Eropa lainnya maupun dengan bangsa-bangsa Asia.
c.    Untuk membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda.

Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan leluasa, oleh pemerintah Belanda VOC diberi hak-hak istimewa yang dikenal sebagai Hak Octroi yang meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.      Monopoli perdagangan
2.      Mencetak dan mengedarkan uang
3.      Mengangkat dan memberhentikan pegawai
4.      Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
5.      Memiliki tentara  untuk mempertahankan diri
6.      mendirikan benteng
7.      menyatakan perang dan damai
8.      mengangkat dan memberhentikan penguasa-penguasa setempat

Untuk mendapatkan keuntungan yang besar VOC menerapkan monopoli perdagangan. Bahkan pelaksanaan monopoli VOC di Maluku lebih keras dari pada pelaksanaan monopoli bangsa Portugis. Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC dalam melaksanakan monopoli perdagangan antara lain sebagai berikut :
1.      Verplichte Leverantie
2.      Contingenten
3.      Ekstirpasi
4.      Pelayaran Hongi

SISTEM BIROKRASI VOC

Untuk memerintah wilayah-wilayah di Indonesia yang sudah dikuasai, VOC mengangkat seorang Gubernur Jendral yang dibantu oleh empat orang anggota yang disebut Raad Van Indie (Dewan India). Di bawah Gubernur Jendral diangkat beberapa Gubernur yang memimpin suatu daerah. Di bawah Gubernur terdapat beberapa Residen yang dibantu oleh Asisten Residen. Sedangkan pemerintahan dibawahnya lagi diserahkan kepada pemerintahan tradisional seperti raja dan bupati. Sistem pemerintaha seperti ini disebut dengan sistem pemerintahan tidak langsung (Indirect Rule).

Kongsi dagang Inggris EIC (East India Company)

*          Sejarah EIC
Sejak abad ke-17, para pedagang Inggris sudah berdagang sampai di daerah India. Di India timur, para pedagang Inggris mendirikan kongsi dagang yakni East India Company (EIC) pada tahun 1600, dengan daerah operasinya adalah India. Pusat kekuatan EIC adalah Kalkuta (India), dan dari kota inilah Inggris meluaskan wilayahnya ke Asia Tenggara. Di bawah Gubernur Jenderal Lord Minto yang berkedudukan di Kalkuta dibentuk ekspedisi Inggris untuk merebut daerah-daerah kekuasaan Belanda yang ada di wilayah Indonesia. Pada tahun 1811, Thomas Stamford Raffes telah berhasil merebut seluruh wilayah kekuasaan Belanda di Indonesia. Berdasarkan perjanjian London tahun 1815, Inggris diharuskan mengembalikan kekuasaannya di Indonesia kepada Belanda. Dan pada tahun 1816 Inggris melaksanakan kewajibannya itu.
 Mereka akhirnya memusatkan aktivitas perdagangannya di India. Mereka berhasil membangun kota-kota perdagangan seperti Madras, Kalkuta, dan Bombay.

*          Tujuan kedatangan bangsa inggris di Indonesia :

Bangsa inggris datang ke nusantara pada 1811 dengan kongsi dagang bernama East India Company (EIC) tujuannya, merebut seluruh kekuasaan belanda yang saat itu sudah menguasai sebagian besar Nusantara (tidak hanya ternate)

Sejarah VOC





Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) atau VOC yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Disebut Hindia Timur karena ada pula VWC yang merupakan perserikatan dagang Hindia Barat. Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia sekaligus merupakan perusahaan pertama yang mengeluarkan sistem pembagian saham.

Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah badan dagang saja, tetapi badan dagang ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang istimewa. Misalkan VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain. Bisa dikatakan VOC adalah negara dalam negara.


Di Indonesia VOC memiliki sebutan populer Kompeni atau Kumpeni. Istilah ini diambil dari kata compagnie dalam nama lengkap perusahaan tersebut dalam bahasa Belanda. Tetapi rakyat Nusantara lebih mengenal Kompeni adalah tentara Belanda karena penindasannya dan pemerasan kepada rakyat Nusantara yang sama seperti tentara Belanda.